Sabtu , 19 Agustus 2017

Kalangan DPRD Tidak Memahami Gagasan Walikota Menjadikan Railbus sebagai Kereta Wisata

Kalangan DPRD Kota Surakarta mengaku tidak paham dengan pemikiran Walikota Fx Hadi Rudyatmo yang berencana menjadikan railbus “Batara Kresna” sebagai kereta wisatawan, pasca kegagalan mengoperasikan secara reguler rute Solo – Jogjakarta.

” Secara sepintas saja sudah bisa dilihat, railbus itu angkutan massal. Aneh-aneh saja mau dijadikan kereta wisata. Siapa yang mau menikmati untuk jarak pendek dengan kereta cepat seperti itu. Kalau mahal siapa yang mau. Pasti nanti hanya membebani APBD saja,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Supriyanto kepada Penulis DPRD Online, Senin ( 7/7).

Menurut dia, jika dipandang hanya membebani, lebih baik railbus hadiah Kementerian Perhubungan itu disewakan saja kepada PT Kereta Api Indonesia. Karena kalau dengan konsep kerjasama lagi, sangat diyakini tetap sulit menemukan titik temu soal tarif.

Lagi pula jika sudah deal, lanjut politikus Partai Demokrat ini, sangat dimungkinkan sulit untuk mencari  penumpang atau penyewa atau pencarter. Alasan logisnya, kereta tidak mungkin berjalan lamban, sementara jarak tempuhnya sangat pendek, kurang dari 10 km.

” Ini menurut kami aneh-aneh saja, dan kalau sampai menggunakan dana APBD, sebaiknya dibatalkan saja, karena jelas hanya membebani,” tandas dia menyikapi ide Walikota Fx Hadi Rudyatmo tersebut.

Sementara Rudy, panggilan akrab walikota Surakarta itu, sehari sebelumnya kepada wartawan mengatakan, ketika tidak memungkinkan lagi PT KAI diajak kerjasama menjalankan railbus Batara Kresna menjalani rute Solo – Jogjaka dengan tarikan tambahan sampai Wonogiri dan Sukoharjo, maka dibuka opsi, untuk menjadikannya sebagai kereta wisata dalam kota.

Walikota berkumis tebal itu mengaku sudah berkomunikasi dengan pejabat PT KAI dan juga Kementerian Perhubungan, untuk konsep menjadikan railbus sebagai kereta wisata. Yang dibahas adalah menentukan tarif transportasi yang murah dan nyaman untuk kereta yang satu gerbangnya muat 75 orang itu.

” Pembahasan salah satunya menyangkut besaran tarif. Ini untuk menentukan subsidi bagi penumpang,” tukas dia. Opsi menjadikan railbus sebagai kereta wisata, karena PT KAI sudah memastikan tidak berani mengoperasionalkan menuju Jogjakarta, karena secara hitungan bisnis tidak masuk alias merugi. ( K )

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *