Rabu , 28 Juni 2017

Kalangan Dewan Apresiasi Sidak Makanan Selama Ramadan

Kalangan DPRD Kota Surakarta memberikan apresiasi kepada Disperindag Kota yang terus melakukan sidak ( inspeksi mendadak ) ke pasar atau toko moderen, di dalam upaya melindungi warga atau konsumen dari kemungkinan mendapatkan barang kadaluwarso yang bisa menganggu kesehatan.

” Langkah Disperindag yang terus melakukan semacam rasia makanan olahan atau kemasan sepanjang bulan Ramadan dan persiapan lebaran ini, sebaiknya berlanjut, sampai masyarakat tidak terkelabui dan mendapatkan kebutuhan yang layak serta bermutu,” ungkap Paulus Haryoto, dari Komisi IV yang membidangi persoalan kesra dan kesehatan masyarakat.

Sebelumnya Komisi III juga menyatakan dukungan atas langkah sweeping barang olahan atau kemasan di pasar maupun di toko moderen selama Ramadan, agar penjual benar-benar menyediakan komoditi dagangannya yang benar-benar layak untuk dikonsumsi dan memenuhi standar kesehatan.

” Kalau tujuannya untuk melindungi masyarakat, jelas kita mendukung. Karena perilaku pedagang kadang mengabaikan barang kadaluwarso atau kemasan sudah tidak layak dijual, tapi tetap dipajang. Ini tentu tidak baik dan merugikan masyarakat, sehingga Disperindag Kota harus bertanggungjawab menyelamatkan konsumen dari etika dagang yang merugikan itu,” timpal Abdullah AA, anggota Komisi III yang pernah ikut sidak Disperindag yang dikawal Polri dan Satpol PP.

Pada bagian lain, Kepala Bidang Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Kota Surakarta, Suhanto¬† mengungkapkan, dari proses sidak yang akan terus berjalan, pihaknya masih sering menemukan makanan dan minuman kemasan yang kadaluwarso. ” Ya seperti yang kita temukan di dua minimarket di kawasan Jl MT Haryono, Manahan, masih ditemukan makanan atau pun minuman yang kadaluarso atau tidak layak lagi dikonsumsi karena bisa mengganggu kesehatan,” tandas Suhanto.

Sejauh ini, lanjut dia, belum ada sanksi tegas untuk pedagang atau pengelola dan pemilik toko yang kedapatan menjual barang yang kadaluarso atau tidak layak konsumsi. Bahkan mereka yang tidak memenuhi etika dalam berdagang ini hanya mendapatkan pembinaan. ” Ya ini masih dalam taraf pembinaan, belum kepada pemberian sanksi,” timpal Suhanto sekali lagi. ( K )

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *