Senin , 23 Oktober 2017

Jangan Dilanjutkan Proyek yang Bersifat Mercusuar

Wakil Ketua DPRD Kota Surakarta,  Supriyanto SH, meminta Pemkiot setempat untuk meninggalkan proyek-proyek yang bersifat mercuar, salah satunya pembangunan Gedung Solo Trade Center (STC).

Dia berbicara hal itu, siang tadi, di ruang kerjanya. Poltisi Partai Demokrat ini menambahkan, saat pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) pihaknya mendengar proposal untuk pembangunan SCT sudah diajukan ke pusat. Tapi, hingga saat itu belum cair.

Supriyanto mencermati berbagai program yang berkaitan dengan Solo Techno Park (STP) tidak menunjukkan kemajuan yang siginifikan. Maka, lanjutnya, selayaknya program yang begitu-begitu ditinggalkan.

Untuk diketahui, pembangunan gedung STC yang berada di kompleks STP sudah terhenti sejak awal 2013. Pembangunan tahap awal yang dimulai 2012 dengan anggaran Rp 6 miliar hanya menyelesaikan pengerjaan konstruksi gedung. Praktis, gedung yang rencananya untuk ruang pameran UKM tersebut mangkrak hingga kini.

Sementara itu, Kepala Bappeda, Agus Witiarso, mengungkapkan, kendati tahun lalu proposal yang diajukan pemkot belum masuk ke APBD, tahun ini akan diajukan lagi. “Kami tetap berupaya terus mengajukan proposal itu, agar STC dapat terwujud,” ujarnya yang dihubungi per telepon, siang tadi.

Berapa anggaran yang dubutuhkan untuk menyelesaikannya? Agus memaparkan kelanjutan pembangunan STC diperkirakan membutuhkan anggaran yang cukup besar yakni Rp 27 miliar. Anggaran itu bakal dipergunakan untuk pekerjaan arsitektur dan kelengkapan lainnya. Pihaknya berharap anggaran Rp 27 miliar itu semuanya berasal dari Pemerintah Pusat.

“Kalau pusat belum turun, ya kita nunggu. Soalnya kalau dari APBD terbatas. Kan masih banyak prioritas yang lain, seperti fokus untuk penanggulangan kemiskinan. Kemampuan APBD kita memang terbatas. Untuk itu, kita berharap bantuan dari pusat,” pungkasnya. (S)

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *