Kamis , 27 Juli 2017

Honor Pegawai Dan Belanja Hibah Terlalu Tinggi

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melihat honor pegawai dan belanja hibah RABPD Tahun 2015 tinggi sekali. Gubenrur mengevaluasi agar anggaran itu dipangkas.

Hal itu diungkapkan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surakarta, Abdullah AA, Jumat siang (5/12), di Gedung DPRD setempat kepada penulis dprd-online.

Perlu diketahui bahwa sejak Kamis hingga Jumat Banggar mengadakan rapat sinkronisasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) atas hasil evaluasi gubernur terhadap APBD Tahun 2015.

Politisi dari Partai Hanura ini mengatakan, honor PNS tercatat Rp 38,906 miliar, sedangkan honor pegawai non-PNS sebesar Rp 23,360 miliar. Mnurutnya, hal itu pernah dibahas di komisinya, jumlah personal dalam satu kepanitiaan harus dikurangi. “Ini saya suarakan juga di Banggar, tapi mitra kerja komisi yang lain tidak menyesuaikan.”

Mitra kerja komisi ini, lanjutnya, sudah merasionalisasi honor ini, tapi komisi yang lain tidak melakukan hal itu.

Belanja Hibah

Tentang belanja hibah, Abdullah mengatakan, sebenarnya hibah kepada perseorangan jumlahnya hanya Rp 4,7 miliar. Yang besar adalah PKMS maupun BMPKS, PMKS baik kartu  gold maupun silver jumlahnya mencapai Rp 21 miliar.

Dia menyayangkan gubernur tidak jernih dalam mengevaluasi belanja hibah ini. Petunjuk pemangkasan di pos anggaran belanja hibah ini merepotkan banyak pihak, ujarnya. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *