Rabu , 28 Juni 2017

Hindari Penyimpangan, Nama Penerima Raskinda 2014 Dipasang Di Papan Pengumuman RT

Komisi IV DPRD Kota Surakarta meminta Kantor Ketahanan Pangan ( KKP ) untuk membuat daftar Rumah Tangga Sasaran ( RTS ) penerima program beras miskin daerah ( raskinda ), yang nantinya dipasang di papan pengumuman kampung atau RT ( Rukun Tetangga ). Tujuan pemasangan nama-nama ini, agar ada koreksi dari warga, sehingga meminimalisasi penyimpangan di lapangan.

” Rakor tadi khusus membahas persoalan program raskinda tahun 2014. Dari hasil pemaparan, dan berkaca dari program Raskinda yang digulirkan tahun 2013 kemarin yang bermasalah, Komisi IV akhirnya menyarankan, daftar nama RTS dipasang di papan pengumuman RT, agar warga bisa ikut mengkoreksi siapa yang berhak dan tidak,” tegas Ketua Komisi IV, Teguh Prakosa kepada Penulis DPRD Online, Jumat ( 10/1).

Lebih dari itu, lanjut politikus PDI Perjuangan ini, KKP juga harus tegas agar pembagian Raskinda sesuai ketetapan walikota, yakni tiap KK menerima 5 kg , dan tidak membolehkan model pembagian rata di tingat kampung, meski dalihnya untuk pemerataan penerima.

Ia paparkan, untuk tahun anggaran 2014 ini, Pemkot telah memberikan anggaran untuk kebutuhan Raskinda sebesar Rp 8,481 miliar, yang akan disalurkan kepada 17.259 RTS. Para penerima program Raskinda ini adalah orang miskin yang tidak masuk dalam program raskin pemerintah pusat.

” Jadi hasil Rakor Komisi IV dengan KKP ini untuk evaluasi tahun 2013, dan sekaligus mengecek kevaliditasan data untuk tahun 2014. Jangan sampai nama istri anggota DPRD juga dicantumkan sebagai penerima, ini tidak benar. Karena itu mencantumkan nama penerima di papan pengumuman RT itu sebagai salah satu solusi menghindarkan penyimpangan di lapangan,” terang Teguh sekali lagi.

Kepala KKP Kota, Kentis Ratnawati dalam paparan di Komisi yang membidangi persoalan sosial kemasyarakatan ini mengatakan, bahwa untuk tahun 2014 ini, program belanja kegiatan mencapai Rp 9,165 miliar. Selain program raskinda ada juga program pangan alternatif yang memerlukan anggaran Rp 200 juta lebih, dengan sasaran 15 ribu anak sekolah dasar ( SD ). ( K )

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *