Senin , 23 Oktober 2017

Fraksi PAN Skeptis Terhadap Pasar Tradisional Bertingkat

Fraksi Partai Amanat Nasional ( PAN ) DPRD Kota Surakarta sangat skeptis terhadap rencana Pemerintah Kota meneruskan pembuatan pasar tradisional secara fisik bertingkat, mengingat banyak proyek pasar bertingkat yang sudah jadi, banyak ditinggalkan pedagang atau penjualnya.

” Sudah hampir lima tahun belakangan ini, Fraksi PAN mencoba mempertanyakan, karena pasca pembangunan pasar tradisional yang dibuat bertingkat itu, tidak mampu memberdayakan para pedagang, dan bahkan banyak yang ditingalkan. Tapi mengapa masih terus dilanjutkan terus, apa yang mau diraih,” ungkap Ketua Fraksi PAN, Umar Hasyim kepada Penulis DPRD Online, Senin ( 21/4).

Menurut dia, mestinya terkait keberadaan pasar tradisional, bagaimana Pemkot mampu memberdayakan para pedagangnya, sehingga prospek ekonomi kerakyatan melalui bisnis pasar tradisional itu semakin cerah. Yang diinginkan pedagang, bagaimana mereka bisa melakukan akses komunikasi dan transaksi dengan pembeli secara sederhana, mudah, namun optimal.

Dengan berubahnya secara fisik bangunan pasar, dan apalagi sampai ada lantai dua atau lantai atas, membuat para pedagang kesulitan untuk berinteraksi dengan pelanggan. ” Dan kesulitan itu sudah dibuktikan, misal pada Pasar Kembang, Pasar Pucang Sawit, Pasar Panggung dan sejumlah pasar lain yang secara fisik sudah berubah menjadi bangunan bertingkat. Banyak pedagang yang akhirnya meninggalkan kios atau los jualannya, terutama yang berada di lantai atas,” tandas Umar sekali lagi.

Ia paparkan, secara menejemen, pasar tradisional tidak butuh ruang ber AC atau tangga eskalator, tetapi bagaimana tempat jualan bisa dilihat dari kejauhan. Sejauh ini keberadaan pasar tradisional yang sudah berubah menjadi gedung bertingkat, sudah makin melompong ditinggalkan para pedagang.

” Sudah banyak yang mengeluh, dan itu kita sampaikan kepada eksekutif atau pejabat SKPD yang terkait dengan pengelolaan pasar, namun toh, tenyata tiap tahun tetap saja ada renovasi pasar tradisional. Tahun ini kalau tidak salah ada Pasar Panggung yang mau dibuat moderen ber-AC dengan dana Rp 14,5 miliar, dan juga Pasar Sibela yang kabarnya akan menggunakan dana pengalihan dari Pasar Hardjodaksino sebesar Rp 4 miliar. Ya sudah, suara fraksi dan juga orang kami di Komisi tidak bisa menentukan, mau bagaimana lagi,” tandas dia sekali lagi. ( K )

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *