Rabu , 20 September 2017

Fraksi PAN Pertanyakan Penggunaan Dana Insentif Daerah Rp 25 Miliar

Fraksi PAN Pertanyakan Penggunaan Dana Insentif Daerah Rp 25 Miliar

Juru bicara Fraksi PAN DPRD Kota Surakarta, Drs Achmad Sapari MM, mempertanyakan soal menurunnya target pendapaan dari Rumah Sakit Umum Daerah. Menurutnya, di tahun sebelumnya memasang target pendapatan sebesar Rp 12 miliar, sekarang RSUD itu memasang angka Rp 11 miliar.

Dia berbicara hal itu, siang tadi (5/11), saat memberikan pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna DPRD setempat. Rapat paripurna yang berlangsung di Gedung Graha Paripurna setempat dipimpin Drs. Teguh Prakosa,yang didampingi tiga wakil ketua, H Ghofar Ismail SSi, Umar Hasyim SE dan H Djaswadi ST. Hadir dalam rapat itu di antaranya, Wakil Walikota, H Achmad Purnomo.

Sapari menambahkan, berkait dengan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), bagaimana persiapan dan realisasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas di 2015? Adakah peningkatan dana kapitasi JKN di 2015? Mohon rinciannya dan perbandingannya dengan dana kapitasi JKN 2014.

Sementara itu, dalam bidang pendidikan, katanya, Pemkot mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp25 miliar karena predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dia mempertanyakan, dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan sekolah mana saja? Mohon dijelaskan lengkap nama sekolah dan kebutuhan anggarannya!

Pada tahun 2013 ada temuan BPK berkaitan  dana hibah untuk sekolah swasta sebesar 29 milyar. “Kami mohon penjelasan untuk tahun anggaran 2015 bagaimana mekanisme pelaporannya (LPJ) agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tanya fraksi ini. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *