Senin , 23 Oktober 2017

Fraksi PAN Khawatirkan Kenaikan Gas Elpiji 12 Kg Munculkan Gejolak Masyarakat

Fraksi Partai Amanat Nasional ( PAN ) DPRD Kota Surakarta prihatinkan keputusan Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kg yang dikhawatirkan akan memicu gejolak di tingkat masyarakat. Efek domino kenaikan elipiji tabung biru itu akan merugikan masyarakat miskin pengguna gas elpiji 3 kg.

” Kami sebenarnya sudah mencermati permasalahan penggunaan gas ini sejak dimulai program konversi minyak tanah ke gas. Apalagi tidak ada kejelasan tata niaga antara pengguna barang subsidi dan non subsidi, jelas ini akan merusak pasar dan merugikan masyarakat secara luas. Ini akan memicu migrasi secara besar-besaran konsumen elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg,” tukas Ketua Fraksi PAN, Umar Hasyim kepada Penulis DPRD Online, Jumat ( 3/1).

Menurut dia, program pemerintah pusat itu jika tidak segera dituntaskan secara cepat, akan menyulitkan pemerintah daerah di dalam mengendalikan gejolak masyarakat. Karena itu sebelum terlambat, pemerintah pusat harus cepat campur tangan atas keputusan sepihak dari Pertamina sebagai perusahaan BUMN untuk menaikkan harga elpiji 12 kg itu.

” Alasan kerugian yang ditanggung Pertamina, menurut saya perlu sekali lagi dicermati. Karena mereka berhitung sejak program konversi minyak tanah ke gas dilaksanakan, Mestinya kajiannya sejak awal sempurnah, bukan malah akhirnya memantik kelangkaan di tingkat penggunaan elpiji 3 kg, karena pasti keberadaan gas elipiji melon itu nantinya dimain-mainkan untuk oplosan. Buntutnya nanti, gas elipiji 3 kg akan gantian naik. Ini yang tidak kami terima,” tandas dia.

Dia paparkan, daerah tidak mungkin bisa menuntaskan segala kemelut, ketika tidak ada kebijakan yang berpihak untuk rakyat kecil oleh pemerintah pusat terkait pemakaian gas untuk rumah tangga ini, ketika para spekulan terus bermain memanfaatkan keadaan.

” Jadi sekali lagi efek domino itu harus disadari pemerintah sejak awal, dan mesti itu harus dituntaskan supaya di daaerah tidak muncul gejolak yang pasti akan merugikan semuanya,” tandas Umar sekali lagi.

Pada bagian lain, Hiswanamigas Solo Raya juga menegaskan, kenaikan harga elpiji 12 kilogram (kg) di Solo menjadi Rp132.000 per tabung di wilayah Solo Raya ini akan memicu migrasi pemakaian kepada elipiji 3 kg. Kenaikan elpiji tabung biru ini sudah yang kedua kalinya sejak awal Desember silam. Saat itu elpiji 12 kg naik dari Rp 75 ribu menjadi Rp 82 ribu, dan kemudian awal tahun berubah lagi menjadi Rp 132 ribu/tabung. ( K )

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *