Selasa , 21 November 2017

Fraksi NIR Anggap Walikota Tidak Memiliki Kewibawaan Tegakkan Aturan Bisnis

Kalangan DPRD Kota Surakarta menganggap Walikota FX Hadi Rudyatmo tidak memiliki ketegasan dan apalagi kewibawaan di dalam upaya menegakkan peraturan yang dibuatnya, seiring adanya dispensasi bagi 46 minimarket yang sempat ditutup, karena tidak memiliki perizinan yang komplit.

” Mestinya Pemkot wibawa dan tegas di dalam menegakkan peraturan hukum. Jangan sudah dilecehkan seperti ini, masih memberi kesempatan untuk mengurus perizinan. Mestinya ditutup selamanya, bukan malah memberikan dispensasi,” tegas Ketua Fraksi Nurani Indonesia Raya ( FNIR ) DPRD Kota, Abdullah AA kepada penulis DPRD Online, Kamis ( 3/7).

Menurut dia, sikap ramah investasi memang menjadi harapan lembaga perwakilan rakyat, yang menginginkan pemberdayaan ekonomi di kota tumbuh dengan baik, di tengah perubahan, pertumbuhan dan perkembangan wilayah yang makin maju.

Tetapi mestinya, lanjut anggota Komisi III yang membidangi persoalan ekonomi ini, ramah investasi tetap harus memiliki tolok ukur dan etika, yang dibarengi dengan kesediaan mengikuti regulasi hukum yang ada.

” Dengan adanya sikap patuh terhadap peraturan dan juga etika berbisnis yang baik, maka semua akan berjalan seiring, serasi, dan nyaman di dalam pelaksanaannya. Bukan seperti ini, mereka melanggar seenaknya, lalu Pemkot memaafkan. Kalau caranya seperti ini, sampai kapan pun ketika terjadi pelanggaran, pemerintah tidak akan mampu mencegah dan apalagi menegakkannya,” tukas Abdullah sekali lagi.

Pada bagian lain, Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu ( BPMPT ) Toto Amanto menyatakan, 46 pengelola minimarket yang sempat ditutup karena belum memiliki dokumen perizinan, diberi dispensasi untuk melengkapi pengurusan iziinya paling lambat sampai sepekan menjelang lebaran.

” Dan sebelum lengkap semua, semua masih harus tutup. Saat ini 46 minimarket itu baru mengantongi Izin Pemanfaatan Ruang (IPR) serta Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Padahal, berdasar aturan main mereka harus melengkapi Izin Usaha Toko Moderen,” tukasnya.

Sedang Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan, selain memberi dispensasi kepada pemilik minimarket untuk mengurus kelengkapan izin, Pemkot Solo juga memberi peluang bagi minimarket beroperasi 24 jam. Mereka yang diperbolekan membuka 24 jam itu yang berlokasi di tepi jalan nasional dan provinsi, berdekatan dengan rumah sakit ataupun Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU). ( K )

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *