Jumat , 21 Juli 2017

Fraksi DNR Prihatin Belanja Tak LangsungLebih Besar Belanja Langsung

Fraksi DNR Prihatin Belanja Tak LangsungLebih Besar Belanja Langsung

Fraksi Demokrat Nurani Rakyat (FDNR) DPRD Kota Surakarta, prihatin dengan postur APBD 2015. Pasalnya, belanja tak langsung lebih besar bila dibanding belanja langsung, terutama untuk be;anja pegawai yang mencapai 60 % dari belanja di RAPBD 2015.

Juru bicara FDNR, Suranto SE, berbicara hal itu, siang tadi (5/11), saat menyampaikan pandangan umum fraksi dalam forum rapat paripurna DPRD setempat. Rapat paripurna yang berlangsung di Gedung Graha Paripurna setempat dipimpin Drs. Teguh Prakosa,yang didampingi tiga wakil ketua, H Ghofar Ismail SSi, Umar Hasyim SE dan H Djaswadi ST. Hadir dalam rapat itu di antaranya, Wakil Walikota, H Achmad Purnomo.

Suranto menambahkan, dalam proses penganggaran yang disampaikan Pemerintah melalui pengantar nota keuangan APBD Kota Surakarta tahun anggaran 2015 ini merupakan tahun terakhir dari periode RPJM Daerah kota Surakarta 2010 – 2015. APBD tahun ini bertemakan “ Pemasaran Potensi Unggulan Kota Surakarta untuk Melanjutkan Pengembangan Kesejahteraan Masyarakat yang Berkeadilan Bagi Semua Kelompok Tanpa Diskriminasi “.

Menurutnya, hal itu memang seharusnya sudah menjadi bagian komitmen dan kerja keras Pemerintah terhadap pelaksanaan pembangunan kearah yang lebih baik dan tanpa adanya diskriminasi.

Fraksi ini mempertanyakan menurunnya dana perimbangan sebesar 4, 49 %.  Bagaimana pula, tanya Suranto, nasib dana hibah BLUD Griya Layak Huni?. “Upaya dan tindakan konkret apa untuk dapat menyeimbangkan belanja langsung dan belanja tak langsung.

“Sudah valkidkah data raskinda? Tolong dapat dijelaskan tentang jumlah SD, SMP , SMA atau SMK berdasarkan tingkat kerusakannya,” tanya Suranto lagi. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *