Rabu , 28 Juni 2017

FPG Pertanyakan Investasi Yang Cenderung Menurun

FPG Pertanyakan Investasi Yang Cenderung Menurun

Berita Dewan – Juru bicara Fraksi Partai Golkar (FPG), Drs Taufiqurrahman, mengatakan, investasi merupakan salah satu komponen utama pertumbuhan ekonomi. Tetapi, lanjutnya, dilihat dari perkembangan nilai modal usaha Kota Surakarta pada tahun 2013, Rp 2, 240 triliun dan 2014, Rp1.453 triliun. Ternyata, lanjutnya,  kecenderungannya menurun dibanding tahun tahun 2012 nilai investasi mencapai Rp 2.884 triliun.

“Mohon jeaskan mengapa hal itu bisa terjadi,” tanya Taufiq. Dia mempertanyakan hal itu dalam forum rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua H Drs Abdul Ghofar Ismail SSi. Rapat paripurna yang dihadiri Wakil Ketua DPRD, H Djaswadi ST dan Asisten Pemerintahan Pemkot setempat, Said Rhomadon.

Di bagian lain fraksi ini mempertanyakan kerja sama antar daerah. Menurut fraksi ini, pada tahun 2010 telah dilakukan Kerjasama antar Pemerintah Kota Surakarta dengan Pemerintah Kabupaten Klaten tentang Pemanfaatan Mata Air Sumber Ingas Cokro Tulung Klaten.

Mohon penjelasan sejauh mana realisasi kerjasama tersebut dan bagaimana implementasi terhadap keuntungan / kerugian terkait Kepentingan Pemerintah dan Masyarakat Kota Surakarta sampai saat ini.

Di samping itu, lanjutnya, Sejauh mana tindak lanjut kerjasama antara Pemerintah Kota Surakarta dengan Kota Bau-Bau tentang Syster City, Kota Batam dibidang Pemerintahan dan Pembangunan dan Pemerintah Kota Montana Republik Bulgaria.

Dalam kaitan LKPJ 2014, fraksi ini mempertanyakan tentang Pengelolaan dan Implementasi isu strategis yang dihadapai Kota Surakarta tahun 2014; jika dihubungkan dengan keberhasilan pencapaian target untuk mewujudkan Tata Pemerintahan yang bersih, bertanggungjawab, serta pencapaian target untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

FPG juga meminta penjelasan tentang  Pencapaian target Pandapatan Asli Daerah [ PAD] Tahun Anggaran 2014 Pajak Daerah 105,28% ;  Retribusi Daerah 98,35% Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan 99,15 % dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah sebesar 113,38 %; Terhadap prestasi yang cukup mambanggakan tersebut.

Hanya saja sejauhmana PAD tersebut benar-benar dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat Kota Surakarta. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *