Rabu , 13 Desember 2017

FNIR Tidak Akan Berhenti Ingatkan Walikota Menutup Minimarket Tidak Berizin

Fraksi Nurani Indonesia Raya ( FNIR ) tidak akan kenal lelah mengingatkan Walikota Surakarta untuk menutup minimarket tidak berizin yang sempat ditutup, dan kemudian  beroperasional kembali belakangan ini.

” Ada sejumlah minimarket di tengah kota dan juga dekat DPRD, yang tadinya tutup kini sudah buka lagi. Saya yakin perizinanya belum selesai, sebaiknya Pemkot transparan dan tegas bertindak,” ungkap Ketua Fraksi NIR, Abdullah AA kepada Penulis DPRD Online, Jumat ( 30/5).
Menurut dia, Perda untuk melindungi pedagang kecil di pasar tradisional harus ditegakkan, sehingga keberadaan minimarket yang melakukan pelanggaran perizinan dan terutama lokasi, harus benar-benar diawasi. Terutama sejumlah minimarket yang sempat ditutup, dan belakangan ini sudah buka lagi.

Sebelumnya Ketua DPRD Kota Surakarta, YF Sukasno juga berbicara lantang, agar Pemkot tegas terhadap investor minimarket yang mencoba memain-mainkan dan membelokkan aturan, bahkan usahanya pun tanpa dilengkapi izin terlebih dulu.

” Pemkot mesti tegas menegakkan Perdaharus. Kalau melecehkan dan sudah ditutup kemudian buka lagi, ya mestinya tidak bisa seperti itu. Jika berdasarkan Perda, bukan ditutup kemudian izinnya diurus. Enggak bisa begitu. Biar pindah tempat saja karena sudah melecehkan aturan di kota ini,” tandas dia.

Dua politikus DPRD Kota itu menyatakan, banyak aturan yang dilanggar dari pendirian minimarket di sejumlah lokasi di kota Surakarta. Kebanyakan minimarket, tadinya merupakan tempat tinggal, dan kemudian disulap menjadi ruko untuk kemudian dioperasional sebagai minimarket. Hal ini jelas menyalahi peruntukkan, dan harus merubah IMB.

Sukasno meyakini, menjamurnya minimarket di kota Bengawan ini, dikarenakan ada unsur main-main dalam pengelabuan IMB pemukiman menjadi toko. Hal ini terbukti dengan semakin berjibunnya jumlah minimarket di hampir banyak ruang di kota Surakarta, terutama di pinggiran. ” Pemkot harus menegakkan Perda,” timpal Abdullah AA menegasi penjelasan pimpinan dewan. ( K )

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *