Rabu , 18 Oktober 2017

FNIR Menilai Pemkot Belum Optimal Menaikkan PAD

FNIR Menilai Pemkot Belum Optimal Menaikkan PAD

Fraksi Nurani Indonesia Raya ( FNIR ) menganggap Pemkot Surakarta belum optimal di dalam upaya menaikkan pendapat asli daerah, jika melihat target yang dipatok hanya sebesar 7,34 % atau sebesar Rp 21.787.232.000.

Karena itu, ketika menyikapi pengantar nota keuangan tentang rancangan perubahan APBD 2014 di paripurna, fraksi gabungan Hanura dan Gerindra ini mendesakkan, perlunya upaya keras memaksimalkan pendapatan sektor penerimaan pajak daerah, retribusi daerah, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.

” Kami minta pemerintah bisa lebih mengoptimalkan lagi, lebih besar dari apa yang direncanakan. Lebih dari itu kami juga mohon penegasan terkait pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan mengalami penurunan,” lontar jubir FNIR Hj Istiyaningsih saat menyampaikan pandangan fraksi pada paripurna tentang perubahan APBD 2014, Senin ( 14/7).

Pada bagian lain, FNIR juga meminta pemerintah bisa lebih terencana dan matang di dalam menggulirkan program, sehingga pelaksanaan di lapangan bisa berhasil baik, yang gilirannya akan membuat Silpa ( sisa lebih pembiayaan anggaran ) tidak terlalu besar.

Selain dua hal tersebut, FNIR juga menyoroti tentang pengelolaan dana Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN ) dari BPJS yang diterima oleh Puskesmas, terutama tentang data base penerima JKN dari BPJS, dan juga  penerima Jamkesmas, PKMS baik yang gold maupun silver.

Persoalan pembiayaan wajib belajar 12 tahun yang terkesan belum menjadi penegasakan dari pemerintah, FNIR juga mendesakkan agar bisa dianggarkan dalam perubahan APBD 2014. ” Kami minta untuk sekolah negeri tidak ada pungutan biaya apa pun ke siswa,” tegas politisi perempuan Hanura itu sekali lagi . ( K )

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *