Kamis , 21 September 2017

FNIR Dorong Pemkot Maksimalkan Potensi Sumber untuk Naikkan PAD

Fraksi Nurani Indonesia Raya ( FNIR ) DPRD Kota Surakarta meminta Pemerintah Kota untuklebih mampu meningkatkan pendapatan asli daerah ( PAD ). Desakan ini dimintakan, karena banyak potensi yang belum dikelola secara maksimal.

” Meski PAD terus meningkat dari target, yakni dari yang dianggarkan sebesar Rp 280.169.557.000  menjadi Rp 298.400.846.632 atau naik 6,51% dari yang dianggarkan, namun mestinya harus bisa ditingkatkan lagi agar nantinya lebih mampu mendukung keuangan daerah,” Jubir FNIR Hajah Istiyaningsih dalam pemandangan fraksi atas nota pengantar keuangan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2013, Senin ( 26/5) di gedung dewan.

Dia paparkan, selama ini potensi PAD yang meliputi sumber-sumber pendapatan lain, belum maksimal dan bahkan dikelola pihak ketiga. Kecenderungan aset daerah disewakan dengan murah dari harga pasaran ini, harus disikapi dan disesuaikan dengan Perda yang ada. Itu semua jika dilaksanakan diyakini akan mampu meningkatkan PAD Kota Surakarta.

Selain mendorong peningkatan PAD, FNIR juga menghendaki Pemkot menjelaskan tentang belanja bantuan sosial ( bansos ) yang hanya terealisasi Rp 197,93 juta atau hanya 18,94 persen dari alokasi anggaran yang mencapai Rp 1 miliar lebih. ” Ini harus dijelaskan,” tukas politisi Partai Hanura itu.

Persoalan serapan untuk belanja pembangunan dan gedung juga mendapatkan perhatian serius, karena dari alokasi yang mencapai Rp 112,264 juta hanya mampu direalisasi Rp 102,98 juta atau hanya 91,73 persen. Hal sama atas belanja jalan, irigasi dan jaringan yang dialokasikan Rp 72,55 miliar hanya mampu diserap Rp 70,27 miliar.

Dan terakhir yang dipertanyakan FNIR hampir mirip dengan yang dilontarkan sejumlah fraksi lain, yakni soal besaran Silpa 2013 yang menggambarkan kurang terencananya Pemkot di dalam merancang program. ( K )

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *