Rabu , 28 Juni 2017

DPRD Kota Soroti Silpa 2013 Yang Capai Rp 163 Miliar

DPRD Kota Surakarta soroti besarnya Silpa ( sisa lebih pembiayaan anggaran ) Kota Solo Tahun 2013 yang mencapai Rp 163,52 miliar lebih, sebagaimana diungkapkan Walikota FX Hadi Rudyatmo dalam nota penjelasan yang menjadi pengantar LKPJ Tahun 2013, pada sidang paripurna di gedung DPRD Kota, Rabu ( 26/3).

” Ya meski keberadaan Silpa 2013 mengalami penurunan dibandingkan Silpa Tahun 2012 yang mencapai Rp 202 miliar lebih, namun masih tingginya angka itu menunjukkan,buruknya perencanaan anggaran di Pemkot, terutama di sejumlah SKPD. Jadi menurut kami ya masih jeblok pengelolaan anggaran di Pemkot,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Supriyanto usai paripurna.

Walikota FX Hadi Rudyatmo dalam penyampaian nota penjelasan untuk LKPJ 2013 mengatakan, Silpa sebesar Rp 163.526.624.732,59 itu terjadi karena terjadi pelampauan penerimaan pendapatan daerah, efisiensi belanja serta adanya kegiatan belanja daerah yang tidak dapat dilaksanakan, yang disebabkan oleh munculnya perubahan regulasi dari kementerian terkait.

Rudy memaparkan, angka Silpa 2013 itu mengalami penurunan Rp 38 miliar lebih atau 19,17 persen lebih dibandingkan Silpa Tahun 2012 yang mencapai Rp 202 miliar lebih. Dan mengacu pada hasil audit BPK Tahun 2013 atas LKPJ Tahun 2012 telah memunculkan penilaian opini tertinggi, yakni wajar tanpa pengecualian ( WTP ) untuk ketiga kalinya.

” Penilaian itu jelas merupakan apresiasi dan prestasi atas keberhasilan Pemkot di dalam uaya peningkatan kinerja pengelolaan menejemen keuangan daerah yang akuntabel, transparan,” ucap walikota.

Namun begitu, sejumlah anggota dewan tetap mengaku penasaran dengan adanya Silpa Tahun 2013 yang masih begitu besar tersebut.  ” Ini tidak hanya soal besarannya namun juga pembangunan Kota yang terlihat masih perlu banyak pembenahan, dan celakanya tidak mampu dilaksanakan sesuai program yang sudah dirancang,” tukasnya.

Wakil Ketua Komisi I DPRD, Dedy Purnomo mengatakan, besarnya Silpa 2013 yang mencapai Rp 163 miliar lebih itu, dimungkinkan karena banyak anggaran di sejumlah SKPD seperti Disdikpora dan juga Satpol PP yang tidak terserap secara optimal. ” Ini yang mesti dibenahi di dalam perencanaan anggaran pada tahun 2014, agar nantinya tidak terulang Silpa yang luar biasa,” tukasnya. ( K )

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *