Sabtu , 23 September 2017

DPRD Kota Dorong Percepatan Program Surakarta dalam Hutan

DPRD Kota Surakarta mendorong Pemkot agar terus memberdayakan warga di dalam pengelolaan lingkungan hijau, agar tujuan menjadikan Kota Surakarta dalam Taman atau Kota Surakarta dalam Hutan pada 2015, bisa cepat terwujud. Terutama di dalam mewujudkan lingkungan hijau di lahan bantaran Bengawan Solo yang sudah ditinggalkan ribuan warganya yang terkena program relokasi.

” Kami melihat ada keseriusan Pemkot, meski sejauh ini masih terlihat belum ada koordinasi yang baik dari SKPD yang memiliki fungsi penataan fisik lingkungan, seperti Badan Lingkungan Hidup, Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta Dinas Pekerjaan Umum,” ungkap Ketua Komisi II, Djaswadi kepada Penulis DPRD Online, Rabu ( 21/5).

Mestinya lanjut dia, kalau bisa melibatkan secara aktif warga wilayah DAS ( daerah aliran sungai ), akan memungkinkan percepatan terwujudnya lingkungan hijau yang produktif dan asri.  akan lebih cepat terwujud,” tukas Ketua Komisi II, Djaswadi kepada Penulis DPRD Online, Rabu ( 21/5).

Menurut politikus Partai Golkar ini, upaya menciptakan ruang terbuka hijau menjadi bagian dari melaksanakan amanat UU 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang, di mana disyaratkan luas ruang terbuka hijau minimal 30 persen dari luas wilayah perkotaan. Sejauh ini Pemkot baru mampu melaksanakan kurang dari separuh dari yang disyaratkan UU.

Karena itu, karena waktu terus bergulir dan target juga sudah ditentukan, DPRD Kota pun menyarankan, agar ruang terbuka hijau ( RTH ) cepat meluas dan tertata, sebaiknya warga dilibatkan secara langsung. Keterlibatan warga memungkinkan ada kesinambungan pemeliharaan, sehingga lingkungan menjadi semakin asri.

Walikota FX Hadi Rudyatmo sendiri terkait untuk mewujudkan program Kota Surakarta dalam Taman atau Kota Surakarta dalam Hutan, sudah mengajak sejumlah elemen masyarakat untuk berpartisipasi. Selain melibatkan warga sekitar aliran Bengawan Solo, sejumlah organisasi kemasyarakatan juga diajak bergandengan mewujudkan kota yang asri.

Setidaknya itu terlihat dari kegiatan Pemkot bersama alumni sejumlah sekolah, untuk melakukan penanaman pohon produktif, seperti tanaman buah di bantaran pada akhir pekan kemarin.   “Di sepanjang bantaran, warga mencanangkan tanaman buah supaya mereka merasa memiliki. Dengan cara itu penghijauan akan bisa lestari di samping memiliki fungsi resapan yang baik,” tukasnya. ( K )

 

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *