Minggu , 20 Agustus 2017

Dewan Kecewa Kota Surakarta Gagal Lagi Raih Adipura

Kalangan DPRD Kota Surakarta kecewa dengan kegagalan Pemkot merengkuh penghargaan Adipura tahun ini. ” Sudah sering kami ingatkan, pengelolaan air dan sampah menjadi prioritas penanganan, tetapi sering diabaikan. Partisipasi masyarakat juga belum bisa dioptimalkan, akhirnya ya gagal lagi,” ungkap Ketua Komisi II, Djaswadi kepada Penulis DPRD Online, Jumat ( 6/6).

Komisi II yang membidangi sektor pembangunan, lanjut dia, terus menerus mensuport agar persoalan pengelolaan lingkungan menjadi prioritas penanganan. Pihak Badan Lingkungan Hidup ( BLH ) dan juga sejumlah SKPD terkait yang berwenang melakukan penataan lingkungan kota, seperti Dinas Kebersihan dan Pertamanan ( DKP ), Dinas Pekerjaan Umum ( DPU ) dan juga Dinas Tata Kota selalu diingatkan dalam setiap rapat kerja.

Bahkan dalam setiap raker, para penanggung jawab SKPD telah diminta paparan untuk menyampaikan sejumlah hal krusial yang mungkin bisa menjadi penghambat di lapangan, untuk kemudian dicarikan solusi. Namun ternyata banyak upaya itu tidak mampu dimaksimalkan.

” Jadinya ya seperti ini, sudah tata kelola lingkungan rusak, seperti saluran banyak tersumbat, sungai banyak sampah dan limbah telah membuat kualitas air semakin merosot. Dan itu masih ditambah dengan persoalan sampah yang tidak pernah usai. TPA Putri Cempo juga masih jadi onggokan sampah, yang belum bisa dicarikan solusi pengelolaan terbaik, hingga gagal memberikan nilai ekonomi dan lingkungan yang lebih bersih dan hijau,” tandas dia.

Terkait kegagagalan Kota Surakarta meraih Piala Adipura untuk kesembilan kalinya, lebih disebabkan oleh kegagalan di dalam mengelola kualitas air dan sampah. Hal ini diakui oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup ( BLH ) Kota, Agus Sutrisno yang menyebutkan,perihal buruknya kualitas air sungai kota dan juga pengelolaan sampah menjadi troubel penilaian.” Hanya dua poin itu yang membuat kota Surakarta untuk kesembilan kalinya gagal meraih Adipura. Padahal poin lain sangat bagus,” tukas Agus.Dia paparkan, upaya memberdayakan masyarakat agar tidak membuang sampah atau limbah yang mengotori dan sekaligus mencemari air sungai, belum berjalan baik, dan perlu untuk ditingkatkan secara masif, agar tahun depan persoalan sungai bersih bisa diwujudkan.

” Jika persoalan kualitas air sudah berhasil dibenahi, sampah TPA Putri Cempo juga dapat dikelola secara ramah lingkungan, pasti Adipura bukan hal yang mustahil lagi untuk hingga di kota Solo. Pak Walikota juga sudah memastikan tahun depan Adipura harus bisa diraih kembali, agar warga juga bisa berbangga,” tandas dia sekali lagi.

Pada bagian lain, Wali Kota, FX Hadi Rudyatmo¬† menyatakan tidak begitu kecewa dengan gagalnya kembali kota Surakarta meraih penghargaan Adipura. ” Ya penilaian untuk kota Surakarta yang berada dalam kategori kota besar bersama Surabaya dan Medan, tentu memiliki kerumitan dibanding daerah kabupaten. Tetapi dengan pembenahan yang akan kita lakukan segera, Adipura tahun depan pasti kita raih kembali,” ujarnya penuh optimistik. ( K )

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *