Selasa , 27 Juni 2017

Dana Untuk RSUD Direncanakan Untuk Peningkatan Status

KETUA Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Drs Teguh Prakosa, membenarkan bila Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) mendapatkan kucuran dari sebesar Rp 6 miliar. Alokasi anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dan bantuan gubernur (bangub) itu digunakan untuk menambah fasilitas pelayanan ruang hemodialisa serta perkantoran..

Dia berbicara hal itu, siang tadi, kepada penulis dprd online. Menurut politisi dari PDI Perjuangan ini, penambahan bangunan diharapkan bisa mendukung perubahan status RSUD milik pemerintah kota (pemkot) itu dari tipe D ke tipe C. Perubahan status RSUD tersebut, lanjutnya,  ditargetkan bisa terealisasi 3-4 bulan ke depan, mengingat kebutuhan dokter spesialis dan sumber daya manusia (SDM) bakal tercukupi dalam waktu dekat.

“Setelah masuk RSUD, ternyata Pak Willy ini langsung melakukan inventarisasi aset RSUD Ngipang, mulai dari gedung, peralatan, dan SDM, dan aset lainnya. Ternyata, direktur baru ini menemukan kerusakan pada bangunan buatan 2012 itu. “

Teguh berharap konsultan perencanaan pembangunan RSUD benar-benar konsultan khusus yang menangani RSUD. Teguh tidak ingin persoalan parkir yang tengah ramai tidak muncul lagi. Termasuk perencanaan penggunaan dana Rp 6 miliar untuk pembangunan ruang hemodialisa. “Selama ini, ruang untuk cuci darah itu ditempatkan di lantai II. Idealnya ada di lantai I. Makanya, ada alokasi anggaran itu,” tandasnya.

Dengan kondisi RSUD sekarang ini, Teguh menegaskan manajemen RSUD keberatan dengan target pendapatan sebesar Rp10 miliar di tahun ini. Padahal, realisasi pendapatan tahun lalu hanya Rp2,5 miliar. “Pak Willy mengatakan hanya mampu merealisasikan dua kali dari target sebelumnya, yakni Rp4 miliar-Rp5 miliar,” ujarnya. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *