Rabu , 18 Oktober 2017

DAK Turun Lantaran Prestasi Surakarta Membaik

DAK Turun Lantaran Prestasi Surakarta Membaik

Rapat dengar pendapat Rancangan Anggaran dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun anggaran 2015 berlangsung dinamis. Pertanyaan yang berkembang dalam forum itu selain postur RAPBD yang defisit serta RAPBD ini belum berpihak pada publik.

Rapat tersebut berlangsung, siang tadi (12/11), di Graha Paripurna DPRD Koata Surakarta. Rapat dibuka Ketua DPRD setempat, Drs Teguh Prakosa, didampingi H Ghofar Ismail SSi dan Umar Hasyim ST.

Lik Palali SH mempersoalkan, postur RAPBD yang memasang angka defisit. Ini, katanya, memperlihatkan dalam perencanaan terjebak rutinitas. “Mestinya, dalam penyusunan anggaran itu seimbang,” tambahnya.

Dia melihat kenaikan PAD yang hanya 7,27 % itu belum maksimal. Lik meyakini bila digenjot dengan intensitas PAD itu akan melebihi yang sudah diasumsikan. “Jangan mengunakan Silpa untuk menutup defisit tersebut,” pesannya.

Atas hal itu, Wakil Ketua Banggar, H Abdul Ghofar mengatakan, saat pembahasan TAPD mengajukan kenaikan PAD hanya 4,5 %. Namun, lanjutnya, setelah adu argumentasi didapat angka 7, 27 %. DPRD,katanya, inginnya PAD-nya lebih dari itu.
Dalam kaitan penurunan DAK, Ghofar mengatakan, awalnya DPRD menilai Pemkot setempat tidak mampu mengelola DAK, sehingga DAK-nya menurun drastis. Setelah ditanyakan ke pemerintah pusat, menurutnya, penurunan itu dikarenakan prestasi pembangunan Kota Surakarta dinilai baik. “Penilaian ini berlangsung selama delapan tahun, jadi pemberian DAK itu ada kriterianya. Bagi DKI yang sudah mampu mensubsidi daerah sekitar, itu tidak ada DAK,” tambahnya.

Sementara itu Budi Yulistyanto,kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) mengatakan, dalam penyusunan RAPBD memang sulit untuk mensikronkan antara realita dan harapan. Untuk dapat memasukkan semua harapan, menurutnya, itu hal yang tak mungkin. Penyusunan tetap menggunakan asas prioritas, meski begitu masih bisa terhadi defisit.

Defisit, menurutnya, RAPBD ini akan ditutup dengan pembiayaan. Dia menambahkan, komponen Silpa tidak akan digunakan untuk menutup defisit tersebut. (S)

DINAMIS: Suasana dengar pendapat RAPBD tahun anggaran 2015 berlangsung dinamis. Lik Palali SH menanyakan tentang postur anggaran yang defisit. (foto/teks: S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *