Kamis , 21 September 2017

Curah Hujan Meningkat, Pemkot Diminta Siap Antisipasi Banjir

Curah Hujan Meningkat, Pemkot Diminta Siap Antisipasi Banjir

Komisi II DPRD Kota Surakarta memperingatkan  Pemkot untuk bersiap menghadapi bencana banjir seiring semakin meningkatnya curah hujan pada pertengahan Januari ini. ” Data yang saya terima dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo ( BBWSBS), curah hujan sudah mencapai 133 milimeter, ini jelas mengkhawatirkan karena permukaan air di sungai akan cepat meningkat. Sebaiknya Pemkot cepat berkoordinasi dengan Brberkoordinasi dengan pihak BBWSBS, guna mengantisipasi kemungkinan banjir ,” ungkap Ketua Komisi II Djaswadi di gedung dewan, Selasa ( 21/1).

Dinas Pekerjaan Umum sudah harus membenahi saluran pembuangan, dan juga memantau keberadaan sejumlah pompa air di pintu-pintu sungai, terutama Pintu Demangan, agar pergerakan air ketika hujan dengan curah tinggi ini bisa terpantau secara seksama. Peralatan lain untuk kepentingan pengendalian banjir juga harus disiagakan, sehingga ketika dibutuhkan bisa cepat digerakkan untuk menyikapi.

Politikus Partai Golkar ini telah memperingatkan DPU,  buruknya sistem drainase di kota, telah membuat sejumlah ruas jalan menjadi seperti sungai ketika guyuran hujan deras terjadi secara merata. ” Ini sudah berulangkali kita ingatkan, bahwa penataan yang tidak benar ini harus dibenahi. Sebab ketinggian air di jalan-jalan saat hujan sudah mengkhawatirkan. Banyak pengguna lalu lintas menjadi terganggu, karena banyak yang mogok,” terangnya.

Pada bagian lain, Djaswadi memuji kesiagaan BBWSBS di dalam melakukan antisipasi banjir, dengan pendirian Posko Banjir yang berpusat di kantor BBWSBS Pabelan, termasuk penyiapan sejumlah peralatan berat mulai mesin backhoe, dan juga truck dump . Diharapkan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kota Surakarta juga berkoordinasi sehingga memudahkan pembagian pemantauan Sungai Bengawan Solo, termasuk upaya tindakan lapangannya.

Sementara itu Ketua BPBD Kota, Eko Nugroho juga sudah menegaskan bahwa untuk mengantisipasi banjir, pihaknya sudah mendirikan sejumlah Posko di wilayah DAS Bengawan Solo.  Keberadaan Posko Banjir itu untuk memudahkan pergerakan pertolongan terhadap para korban banjir, dan juga proses evakuasi. Posko dilengkapi dengan perlengkapan, seperti perahu karet dan piranti SAR. Para relawan juga sudah disiapkan dan kapan pun siap bergerak. ” Logistik juga sudah ada,” imbuhnya.( K )

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *