Selasa , 30 Mei 2017

Banyak Aduan Masyarakat Soal Komite Sekolah

Banyak Aduan Masyarakat Soal Komite Sekolah

Keberadaan Komite Sekolah kerap kali jadi buah bibir di kalangan orang tua siswa. Mestinya berposisi menjembati kepentingan siswa dengan sekolah, justru banyak komite yang condong membela kepentingan sekolah.

Demikian salah satu materi yang menonjol saat Dewan Pendidikan Kota Surakarta beraudiensi dengan Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Jumat (19/12), di ruang kepanitiaan DPRD setempat.

Joko Riyanto, ketua DPKS, mengatakan, sebenarnya tidak semua  komite sekolah seperti itu. Ada yang memiliki power yang besar, ada pula yang melempem. “Kami ingin mengoptimalkan peran komite, karena komite bagian dari dunia pendidikan. Keberadaannya diakui undang-undang,” tambahnya.

Komite sekolah, lanjutnya, memiliki peran besar dalam memajukan proses belajar –mengajar di sekolah. Jika, tambah Joko, komite itu dimanfaatkan secara benar. “Bukan sekadar ngurusi seragam sekolaah atau keperluan sekunder di sekolah itu,” ujarnya.

Atas pertanyaan, dia mengatakan memang benar banyak komite  personelnya menjabat beberapa periode. Padahal, katanya, mestinya dua priode sudah harus diganti.

Menurutnya, itu kasusistis, ada kepala sekolah yang tidak ingin komitenya diganti. Ada pula, lanjutnya, komitenya yang tak mau diganti. “Maka perlu sosialisasi baik undang-undang maupun Perda Pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV, Hartanti SE, mengatakan bahwa Januari mendatang pihaknya akan mengundang semua komite berikut kepala sekolah dan Disdikpora untuk bicara optimalisasi peran Komite Sekolah.

“Terlalu banyak aduan tentang komisi ini dari masyarakat tentang komite,” ujarnya. (S)

BERAUDIENSI: Dewan Pendidikan Kota Surakarta beraudiensi dengan Komisi IV DPRD Kota Surakarta, JUmat (19/12) di ruang kepanitiaan DPRD setempat. Rapat ini dipimpin Ketua Komisi IV, Hartanti SE. (foto dan teks: S)

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *