Kamis , 21 September 2017

Banggar Kritisi Proyek Yang Tak Terbayar Dan Klaim PKMS

Wakil Ketua DPRD Kota Surtakarta, Supriyanto SH, mengkritisi dua persoalan yang menjadi perhatian masyarakat dalam rapat Badan Anggaran (Banggar), saat membahas pertanggungjawaban walikota APBD Tahun 2013.  Dua hal itu adalah; proyek yang belum terbayar Rp, 1,7 miliar sebagai hutang dan klaim PKMS yang dalam tempo 10 hari mencapai Rp 1,1 miliar.

Dia berbicara hal itu siang tadi, kepada penulis dprd-online, melalui sambungan telepon Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, dalam kaitan dengan klaim PKMS  ketengan Sekda Pemkot setempat, berbeda keterangan dengan DKK.Supri menambahkan, menurut sekda klaim PKS itu karena ada penumpukan tagihan oleh pihak rumah sakit. Sementara itu, katanya, keterangan dari DKK menyebutkan bahwa tagihan itu belum diklarifikasi oleh pihak DKK.“Angka itu terlalu besar untuk klaim PKMS yang hanya 2 minggu. Klaim PKMS 12 bulan saja hanya sekitar Rp 11 miliar. Menurut kami angka itu terlalu besar dan tidak realistis. Kami sangsi (ragu),” katanya, siang tadi.Nilai hutang klaim PKMS itu muncul dalam Nota Jawaban Walikota terhadap Pemandangan Umum Fraksi DPRD atas Nota Keuangan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2013 yang disampaikan Wakil Walikota Surakarta,  Achmad Purnomo,  di rapat paripurna DPRD.

Sementara itu, hutang pekerjaaan proyek yang belum terbayar senilai Rp 1, 7 miliar, Supri meminta jangan langsung masuk dalam APBD. Hal itu, lanjutnya, harus masuk neraca asset terlebih dulu.

“Enak saja, mereka memasukkan sebagai hutang. Ini bisa dibilang menyelundupkan anggaran. Ya akan kami cermati dulu, tidak bisa begitu saja dianggarkan di APBD P 2014,” tegasnya. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *