Sabtu , 23 September 2017

Atasi Kemacetan, Butuh Rekayasa Lalin Baru

Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan bahwa kendaraan angkutan barang yang memuat sembako dan BBM diperbolehkan melalui jalan kota serta untuk barang-barang yang tidak bisa dipecah diperbolehkan melalui jalan kota diatas jam 18.00 dan penertiban bongkar muat merupakan kewenangan pihak Kepolisian.

Dia berbicara hal itu, siang tadi, saat menjawab pertanyaan juru bicara F-PD, Dra. Wahyuning Chumaeson, M.Si, dalam sidang paripurna di Gedung Graha Paripurna. Jawaban walikota  dibacakan. Asisten I Setda Kota Surakarta, Djoko Pangarso, dalam rapat paripurna di ruang Graha Paripurna. Rapat ini dihadiri 37 anggota DPRD setempat, tiga anggota ijin. Serta para pimpinan SKPD Pemkot Surakarta. (S)

Walikota menambahkan, konsep ke depan dalam pengendalian volume kendaraan bermotor dengan ruas jalan terhadap manajemen transportasi umum dan rekayasa lalu lintas di Kota Surakarta. Supaya, lanjut walikota,  tidak terjadi kemacetan yang parah dilakukan dengan (traffic restrain) pembatasan lalu lintas seperti pengaturan jam sekolah, park and ride, zona parkir, land use, public transport, dan unmotorized oriented serta pengendalian  emisi gas buang kendaraan bermotor.

TSTJ

Modal dasar sebesar Rp 5 miliar, katanya, dalam bentuk uang tunai disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Dan itu, lanjutnya,  terkait dengan tanah merupakan tambahan modal dasar dari pemerintah Kota Surakarta.

Di samping itu, katanyam,  terkait pula dengan bangunan merupakan  penyerahan dari Tim Pengelola kepada Perusahaan Daerah Taman Satwa Taru Jurug Surakarta berdasarkan Pasal 47 ayat (2) Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2010 tentang Pendirian Perusahaan Daerah Taman Satwa Taru Jurug Surakarta.

Walikota juga menjelaskan tentang kriteria personil yang akan duduk sebagai Dewan Pengawas. (S)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *