Rabu , 28 Juni 2017

Ada Kekeliruan LKPJ 2013, Walikota Rudy Berikan Klarifikasi

Walikota FX Hadi Rudyatmo perlu memberikan klarifikasi kepada sejumlah fraksi di DPRD Kota Surakarta yang mempertanyakan sisa dana alokasi khusus ( DAK ) untuk pembangunan pasar tradisional, yang sempat disebut  mencapai Rp 23.949.591.400 dari total dana yang dialokasikan sebesar Rp 27.195.337.821.

” Ada kesalahan yang perlu diralat dari buku LKPJ Bab III halaman 19. Yang benar adalah pembangunan  Pasar Tradisional dapat terlaksana sesuai rencana yaitu pembangunan 3 (tiga) pasar tradisional dengan total realisasi sebesar Rp.23.946.591.400. Sisa yang ada adalah sebesar Rp.2.126.633.600,” tukas Rudy dalam jawaban tertulis yang dibacakan oleh Wakil Walikota Achmad Purnomo di depan  paripurna lanjutan untuk LPKJ di gedung DPRD Kota, Jumat siang ( 4/4).

Dengan adanya ralat itu, maka kebingungan sejumlah fraksi seperti FNIR, F Partai Demokrat, F Partai Golkar dan  terutama Fraksi PDI Perjuangan yang merupakan partai pengusung pemerintahan era Rudy ini menjadi lega. Lewat jubirnya Heni Nogogini, FPDIP mengaku sempat bingung dengan sisa angka yang sangat fantastis tersebut.

Pada bagian lain, Walikota Rudy juga memberikan penegasan kepada FNIR yang mempertanyakan penggunaan dana PKMS yang tidak bisa maksimal sesuai alokasi yang mencapai Rp 18 miliar lebih. Dalam paparannya, disebutkan bahwa realisasi belanja PKMS hanya sebesar Rp 8.698.724.741 karena jumlah klaim dari rumah sakit mitra mengalami penurunan. Dengan adanya penurunan ini maka sisa belanja PKMS mencapai Rp 9,7 miliar lebih.

Begitu halnya menyangkut DAK pendidikan, tidak bisa terealisasi semua, karena petunjuk teknis terlambat diterbitkan, sehingga tidak cukup waktu untuk melaksanakannya. ” Ya karena keterlambatan juknis pusat, membuat waktu pelaksanaan tidak cukup waktu,” imbuhnya.

Walikota memberikan jawaban yang lumayan banyak, meski diakui Wakil Ketua DPRD KOta Supriyanto, bahwa yang disampaikan itu belum memenuhi harapan sebagian besar fraksi. ” Kesalahan yang muncul pada LKPJ 2013 itu sungguh fatal, dan menunjukkan bahwa tim penyusun tidak bekerja profesional. Apalagi kalimatnya juga banyak yangn copy paste dengan LKPJ tahun sebelumnya,” tukas politikus Partai Demokrat ini. ( K )

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *